Monday, January 30, 2012

Coba-coba Jadi Petugas Tol*

Jangan lupa senyum :)

Kita semua pasti pernah atau bahkan sering melewati jalan tol saat bepergian. Tapi pernahkah kamu berpikir soal petugas yang ada di balik gardu sempit itu? Berikut pengamatan saya.

Hampir semua pengguna jalan, baik yang naik mobil pribadi maupun angkutan umum, pernah melewati jalan tol. Tapi tidak semua orang menaruh perhatian pada para petugas yang ada di gardu tol. Bahkan banyak yang memperlakukan mereka dengan semena-mena. Mulai dari melempar uang seenaknya sampai melakukan pelecehan seksual.

Untuk memahami dan tentu saja lebih menghargai profesi ini, saya berangkat ke kantor Jasa Marga cabang Cawang - Tomang - Cengkareng (CTC). Di sana saya bertemu Gina Widya Astuti, salah satu penjaga pintu tol cabang CTC.

Ambil cash box dulu.
Supaya pengalaman yang didapat lebih nyata, Gina langsung mengajak saya ke gerbang tol Cililitan 2. Sebelum berangkat, dia menyiapkan peralatan wajib terlebih dulu, yaitu cash box, uang kembalian awal, dan rompi keselamatan. Demi kelancaran lalu-lintas, pihak Jasa Marga menyiapkan gardu nonaktif untuk uji coba saya kali ini. "Kalau langsung bertugas di gardu aktif, takut lalu-lintas jalan tol jadi kacau," jelas mereka. Setuju!

Begitu sampai di gardu yang dimaksud, Gina langsung membuka pintu. Ruangan berukuran 1,2 x 2 meter itu tampak begitu kecil dan sempit. "AC biasanya disetel 20 derajat, jadi dingin sekali," jelas Gina. Di dalamnya ada mesin pencatat transaksi, laci uang, mesin cetak plus kertas cetak, detektor e-toll (layanan kartu elektronik prabayar), detektor uang palsu, tempat cash box, radio, lampu darurat, alat komunikasi, dan kursi.

Kata Gina, saat bekerja hanya satu orang yang boleh di dalam gardu. Karyawan juga dilarang membawa telepon genggam ke dalam gardu. Alasannya, agar tidak mengganggu konsentrasi kerja. Gina mengaku kadang terserang rasa bosan. Apalagi saat volume kendaraan sepi. Kalau sudah begitu, ia akan menyetel radio dan bernyanyi keras-keras. "Makanya, kami lebih suka kalau kendaraannya ramai," jelas Gina. Bila ingin istirahat ke toilet, makan, ataupun sholat, Gina tinggal menghubungi Petugas Siap (PS) untuk menggantikan tugasnya. Letak kantin dan toilet tidak terlalu jauh dari gardu.

Maksimal Tujuh Detik!

Mba Gina kasih kursus kilat.
Saya bingung!
Selama ini sebagai pengguna tol, kita tinggal menyodorkan uang dan menunggu kembalian kalau memang ada. Tapi ternyata prosedur yang harus dilakukan petugas tol cukup rumit. "Pertama, lihat jenis mobil yang lewat, lalu perhatikan apakah mereka memegang uang atau kartu. Bila memegang uang, maka telunjuk kiri sudah pasti menekan tombol "cash" dan jari tengah menekantombol golongan mobil yang sudah diamati," Gina menjelaskan sambil mempraktikkan posisi tangan di mesin transaksi.

 "Setelah mobil sudah benar-benar dekat jendela gardu, tangan kanan mengambil uang dan menaruhnya di laci. Bila ternyata ada uang kembalian, tangan kiri siap-siap mengambil uang kembalian. Kemudian tangan kanan mengambil bukti pembayaran dari mesin cetak dan menyerahkan ke pemakai jalan beserta uang kembalian," lanjut Gina.

"Semua harus dilakukan maksimal 7 detik, lho. Begitu aturannya," pesan Gina. Saya jadi panik! Wah bagaimana kalau mereka membayar dengan uang Rp100rb? Bagaimana kalau salah memencet golongan mobil? Semua penngamatan dan perhitungan itu harus dilakukan maksimal dalam 7 detik. Pekerjaan yang tidak mudah.

Semprot aja Mbak,
kalau ada yang pura-pura nggak bayar.
Soal pecahan Rp100rb, Gina pernah beberapa kali harus mengganti lantaran uang yang dia terima palsu. "Harusnya diperiksa dulu di detektor uang palsu. Tapi memakan waktu agak lama. Makanya saya sering pakai feeling, walaupun kecolongan juga," ceritanya.

Selain mengganti uang palsu, Gina juga pernah mengganti kekurangan ongkos yang dia terima. Tak jarang pengguna tol lupa membayar. Gina akan memberitahu melalui alat pengeras yang ada di gardu. "Biasanya, mereka sedang memakai telepon. Jadinya lupa bayar," jelas Gina.

Setelah mengamati beberapa saat, akhirnya saya mencoba mempraktikkan semua instruksi Gina. Pertama-tama tentu saja latihan mengoperasikan mesinnya dulu. Ternyata betul-betul tidak semudah yang terlihat. Ada saja kesalahan yang terjadi. Lupa mengambil bukti pembayaran, salah menekan jenis mobil, atau lupa mengambil uang kembalian. Semua butuh latihan dan konsentrasi tinggi.

Oke, saya siap mencoba simulasi ini. Mobil PT Jasa Marga berjalan memasuki gardu. Saya berusaha menjalankan prosedur yang telah ditetapkan. Tapi ternyata target maksimal 7 detik tidak dapat terpenuhi karena salah memberi uang kembalian. Haduh!

Salut untuk para petugas tol!


* Ditulis ulang (dengan beberapa editing) dari :
Majalah Sekar Edisi 01/09
Judul Asli: "Sulitnya Jadi Penjaga Tol, Setiap Transaksi Hanya 7 Detik"
Penulisen-emy.blogspot.com
Rubrik: Seperti Mereka
All photography by: Sendie Nurseptara S. 



11 comments:

  1. ahhh emyyy suka sekali baca postingan2 mu dari majalah sekar dulu...*pengen deh bisa nyobain prosesi di balik layar tiap2 profesi giutu...
    Saluttt jadinya sama mbak2 dan mas2 penjaga tol :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Profesimu juga menarik! Sharing donggg. Tapi pake bahasa yg gw ngerti ya :(( Jangan pake istilah teknis yang cuma lo dan teman2 lo yang tahu :(( Serius pengen tahu. Either yang di rig or yang di kantornya. Me wanna know. Ditunggu ceritanya!

      Delete
  2. Replies
    1. Bukan kreatif. Tapi kerjaan inih Riz.. Ahahaha
      Btw, thank you sudah mampir :p

      Delete
  3. di gerbang tol suka ada papan segede gaban yang nerangin waktu yang dibutuhkan kalau pengendara bayar pake uang pas, atau 10 ribu, atau 50 ribu, atau 100 ribu. ternyata beneran ya musti dalam hitungan detik.

    tips dari papah, kalau mau bayar tol uangnya ditunjukin lebar2, biar petugasnya bisa liar dan cepet ambil kembalian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah papahmu canggih euy,udah tau tipsnya.
      iya, itu mempermudah mereka ngasih kembalian.

      Delete
  4. Hooh, aku juga sering dari jauh kasih liat uangnya, siapa tau jadi bantu si petugas buat nyiapin kembalian.

    Tapi semua dalam waktu 7 detik.. ckckckck.. hebat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Be, ternyata itu ngebantu mereka banget.
      iyah, hebat. mba2 itu nggak siwer mencet2 dan ngasih kembalian.

      Delete
  5. ojt ya mbak? seru banget jadi pultol selama seminggu, apalagi kebagian shift 3. tapi aku dapet di gerbang entrance sistem tertutup jadi ga ngurusin duit

    ReplyDelete