Showing posts with label eargasm. Show all posts
Showing posts with label eargasm. Show all posts

Saturday, September 22, 2012

Tahu Diri




Hai selamat bertemu, lagi..
aku sudah lama menghindarimu,
sialku lah kau ada di sini,

Sungguh tak mudah bagiku,
rasanya tak ingin bernafas lagi,
tegak berdiri, di depanmu kini,
sakitnya menusuki jantung ini,
melawan cinta yang ada di hati..

Dan upayaku tahu diri,
Tak selamanya berhasil,
Pabila kau muncul terus begini,
Tanpa pernah kita bisa bersama,
Pergilah, menghilang sajalah... , Lagi.

Bye, selamat berpisah lagi...
Meski masih ingin memandangimu,
Lebih baik... kau tiada disini,

Sungguh tak mudah bagiku,
Menghentikan segala khayalan gila,
jika kau ada,
dan ku cuma bisa meradang menjadi yang di sisimu,
Membenci nasibku yang tak berubah

Dan upayaku tahu diri,
Tak selamanya berhasil,
Pabila kau muncul terus begini,
Tanpa pernah kita bisa bersama,
Pergilah, menghilang sajalah, ... Lagi.

Berkali kali kau berkata,
Kau cinta tapi tak bisa,

Berkali kali ku telah berjanji, ... Menyerah.

Dan upaya ku tahu diri,
Tak selamanya berhasil,
Dan upayaku tahu diri,
Tak selamanyaa berhasil,
Pabila kau muncul terus begini,
Tanpa pernah kita bisa bersama,

Pergilah (pergilah),
Menghilang sajalah...
Pergilah (pergilah),
Menghilang sajalah...
Pergilah
Menghilang sajalah
Lagi...

Sunday, February 19, 2012

Malam Minggu di Tjikini, Bersama Ari-Reda*


Malam minggu kemarin kamu kemana? Kalau saya, menikmati Ari-Reda di Tjikini (restoran di daerah Cikini). Bermula dari kicauan akun Twitter @RedaGaudiamo (yang kira-kira isinya begini) “Tg. 18/02 jam 19:00, bersama @arimalibu, saya akan menyanyikan puisi: @tjikini, Jl. Cikini 17. Mari datang!” Saya langsung tertarik hadir. Asyik, malam Minggu menikmati puisi!

Sabtu malam, meluncurlah saya  ke Tjikini. Tak sulit menemukan restoran ini. Letaknya tak jauh dari Kantor Pos Kalipasir Cikini, Jakarta Pusat. Suasana malam minggu di sini selalu ramai, karena sepanjang jalan dipenuhi berbagai restoran atau kafe. Berjalan sedikit, kamu sudah sampai di Taman Ismail Marzuki, yang tak kalah ramai.

Di depan pintu Tjikini, saya langsung bisa membeli tiket pertunjukan Ari-Reda seharga Rp50.000 (termasuk minuman selamat datang). Saya sampai kira-kira pukul 19:10. Syukurlah acara belum dimulai. Bangku-bangku sudah terisi. Di ruang belakang, saya melihat Reda bercengkrama dengan beberapa teman-temannya. Pertunjukan ini sepertinya memang dibuat santai, sebagai ajang reuni Ari-Reda dengan teman-teman dan pencinta musik mereka.

Tiket Rp50.000, dapat minuman selamat datang.

Siapa sih Ari-Reda? Bagi kamu yang belum kenal, kebetulan kemarin malam di sela-sela penampilan, Reda menceritakan sedikit cerita pertemuan mereka. Duo yang terdiri dari Ari Malibu dan Reda Gaudiamo ini hasil “mak comblang” komedian Pepeng, pada tahun 1982. Waktu itu  mereka masih kuliah di Universitas Indonesia. “Orang kira, Ari yang perempuan dan Reda yang lelaki. Padahal kebalikannya,” kata Reda disambut riuh-rendah tawa penonton.

Reda bilang, awalnya mereka menyanyikan lagu-lagu seperti Fly Away (John Denver), lagu-lagu duo Simon & Garfunkel, dan lagu sejenis lainnya. Barulah pada 1987 mereka diajak terlibat dalam proyek apresiasi seni yang diprakarsai Fuad Hassan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu).  Tujuannya, membantu orang awam menikmati puisi lewat lagu. Selanjutnya, Ari-Reda akrab menyanyikan sajak-sajak Sapardi Djoko Damono.

Saya sendiri baru mengenal Ari-Reda tahun 2007, saat menerima CD mereka berjudul Becoming Dew. Saya baru sekali mendengar yang model begitu dan langsung jatuh cinta. Syairnya indah, begitu pula lagu, petikan gitar, dan harmonisasi suara mereka berdua. Suka!


Menyanyikan puisi ala Ari-Reda.

Kira-kira pukul 19:30, Ari-Reda siap menghibur kami, dibuka dengan lagu Akulah Si Telaga. Ahhh, syahdu sekali! Suara mereka sama seperti CD. Mengalir, bersahut-sahutan, dan saling mengisi. Saya malahan sempat tidak percaya dan mengira itu lipsync (ahahahha). Penonton bertepuk tangan puas dan saya tak sabar menunggu lagu-lagu selanjutnya. Lagu kedua, lagu kesukaaan saya! Sajak Kecil Tentang Cinta mengalir lembut dari mulut Reda. Sempurna! Saya pun ikut bersenandung kecil.

Belasan lagu dinyanyikan mereka.  Beberapa adalah Hujan Bulan Juni, Sonet X, Aku Ingin, Gadis Kecil, Di Restoran, Ketika Jari-jari Bunga Terbuka, Pada Suatu Hari Nanti, Becoming Dew, Hati Selembar Daun, dan Metamorfosis.

Sudah puas dengan belasan musikalisasi puisi, Ari-Reda mengajak penonton bernostalgia. Mereka membawakan lagu pertama yang mereka nyanyikan dulu, Fly Away (John Denver). Saya , terus terang, tidak mengenal lagu itu. Mungkin, waktu itu saya belum lahir. Meski demikian, saya bisa menikmati musik mereka.  Lagu selanjutnya, tak kalah lawas. “Nah, ini lagu waktu saya SD. Pasti kamu tidak tahu kan?” kata Ibu Desire, salah satu penonton di sebelah saya. Benar, saya baru sekali mendengar Sounds of Silence yang dipopulerkan Simon & Garfunkel. Ternyata lagu-lagu lama itu indah ya. Penonton ikut bernostalgia mendengar lagu itu, termasuk Ibu Desire yang sesekali ikut bernyanyi.

Tak lama kemudian, Ari-Reda rehat sejenak. Dan saya pun memutuskan pulang karena sudah jam 9 lebih. Sebenarnya, saya ingin menyaksikan hingga selesai. Tapi saya harus pulang, khawatir angkutan umum sudah tak ada lagi. Tapi saya sudah puas kok, menikmati puisi bersama Ari-Reda. Terima kasih Ari-Reda. Kalian telah mengisi malam Minggu saya dengan rasa bahagia yang masih berbekas hingga sekarang.


Me & Mba Reda, before the show.

*repost from there.

Tuesday, February 14, 2012

[CelebriTues] Incredible Adele

She deserves those 6 Grammys!
(www.gettyimages.com)

Emang paling pas CelebriTues kali ini bahas Adele. Selain saya memang nge-fans, Adele baru saja menyabet 6 piala Grammy Awards 2012 untuk semua kategori dimana dia dinominasikan! Salut!

Saya pertama kali 'berkenalan' dengan artis Inggris bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini lewat www.jango.com. Lagu pertama yang saya dengar adalah Chasing Pavements. Langsung jatuh cinta sama suaranya yang khas dan powerful! Juga nada dan musiknya yang easy listening. Dann, tentu dengan liriknya yang bikin galau. Hihihi. Yak, saya langsung browsing lagu-lagunya dia deh dan  tambah suka sama Adele!

Perempuan kelahiran 5 Mei 1988 (masih muda!) ini, menurut saya, punya inner beauty yang 'kencang'. Walaupun tubuhnya agak besar, tapi di mata saya dia terlihat cantik! Mungkin, memang dasarnya cantik. Pokoknya suka lihat dia :)

(wikipedia.org)
Adele menamai album sesuai dengan usianya ketika menggarap album tersebut. Kedua albumnya, 19 (2008) dan 21 (2011) sukses di pasaran. Malahan, album terakhir tercatat di Guinness World Records, karena menembus angka penjualan 3 juta keping dalam setahun!

Lagu-lagu di album Adele, hampir sebagian besar berisi pengalaman pahit relationships-nya. Mungkin inilah yang bikin lagu-lagunya disukai, karena klik sama pengalaman kegalauan perempuan pada umumnya.

Yang paling gong tentu "Someone Like You" dan "Rolling in The Deep". Lagu-lagu lainnya menurut saya tak kalah ciamik. Di album 19, selain "Chasing Pavements", saya suka 'kecentilan' dan 'kejailan' "First Love", syahdunya "Hometown Glory", santainya "Day Dreamers", dan serunya "My Same". Di album 21, saya juga suka "Turning Tables", "Don't You Remember", "Rumor Has It", "Set Fire To The Rain", pokoknya semua lagu saya suka! Ada beberapa lagu yang di-remake dan jadi lebih oke dinyanyikan Adele, seperti "Lovesong"-nya The Cure, "Make You Feel My Love"-nya Bob Dylan. Oiya, single remake berjudul "That's It, I Quit, I'm Moving On" (sebelumnya dinyanyikan oleh Sam Cooke) juga lucu!

Bicara soal penghargaan, sejak awal kemunculannya Adele sudah mencuri perhatian. Buktinya, dia menerima Grammy Awards 2009, sebagai artis pendatangan baru terbaik. Di ajang yang sama, tahun ini, tak tanggung-tanggung Adele memborong 6 piala! Ia unggul di semua kategori di mana namanya dinominasikan. Keenam penghargaan itu adalah*:
  • Record Of The Year, "Rolling In The Deep"
  • Album of The Year, 21.
  • Song Of The Year, "Rolling In The Deep".
  • Best Pop Solo Performance, "Someone Like You".
  • Best Pop Vocal Album, 21.
  • Best Short Form Music Video, "Rolling In The Deep".

Hebat ya? Semoga prestasi Adele tetap konsisten atau justru meningkat. Semoga dia tetap jadi sosok yang sederhana, rendah hati, dan dekat dengan penggemarnya. Dan semoga kariernya tidak terganggu oleh masalah pribadi atau (amit-amit) tersandung kasus klasik narkoba. Jangan sampai yaaa Dik Adele! (knock knock on the wood).

Dari video penampilan live atau konsernya, bisa dibilang Adele memang entertainer sejati. Dia komunikatif, humoris, dannn (yang paling penting) suaranya sangat prima persis di dapur rekaman. Coba intip cuplikan konsernya beberapa waktu lalu di Royal Albert Hall, London. Saya sampai merinding dengar suaranya dan suara penonton yang kompak menyanyikan lagu "Someone Like You". Pokoknya, kalau Adele ke Indonesia, saya akan bela-belain nonton konsernya, harus!





Adele's stuff
Official site  : www.adele.tv
Facebook   : www.facebook.com/adele
Twitter       : @OfficialAdele







Related Post:
My Life According to Adele

Thursday, February 9, 2012

My Life According to Adele

(www.adele.tv)

Post ini terinspirasi dari note Facebook berantai tahun 2009. Waktu itu saya pakai Oasis. Karena sekarang lagi suka Adele, bikin yang versi Adelenya deh. Ada beberapa poin yang jawabannya rada maksa, soalnya lagunya Adele masih sedikit:p Hayo, kalau kalian apa? (Colek2:Ai, Neng Lia, Iid, Indy, Bebe, Ajeng, Chita, Ella, Mayya, Mas Arman, dan Mba Ely. Kalau lagi ga busy, dikerjain yaaa pe-er ini. Ahahahaha.)

Using only song names from ONE ARTIST, cleverly answer these questions. Pass it on to 15 (2 or more) people you like and include me (presuming i'm someone you like). You can't use the artist i used. Try not to repeat a song title. It's a lot harder than you think! Re-post as "My Life According to (artist name)"


Okay, this is mine...

Your Artist/Band?
Adele.

Are you a male or female?
One and Only (female).

Describe youself:
Day Dreamer.

How do you feel?
Crazy For You.

Describe where you currently live:
Don't you Remember?

If you could go anywhere, where would you go?
Hometown Glory.

Your favorite form of transportation?
Chasing Pavements.

Your best friend?
First Love.

You and your best friends:
My Same.

What's the weather you like?
Right As Rain.

Favorite time of day?
Now And Then.

If your life was a TV show, what would it be called?
Rolling In The Deep.

What is life to you:
Turning Tables.

Your relationship:
I'll Be Waiting.

Your fear:
Rumour Has it.

What is the best advice you have to give:
That's It, I Quit, I'm Moving On.

Thought of the day:
Take It All.

How you would like to die:
Melt My Heart To Stone.

Your soul's present condition:
Tired.

Your Motto:
Best For Last.


Ini yang edisi Oasis

Your Artist/Band:
Oasis
Are you a male or female:
Whatever
Describe yourself:
It's Better People
How do you feel:
Who Feels Love
Describe where you currently live:
Where Did All Go Wrong
If you could go anywhere, where would you go?
All Around The World
Your favorite form of transportation?
Roll With It
Your best friend?
Lyla
You and your best friends:
Stay Young
What's the weather like:
Turn Up The Sun
Favorite time of day:
Sunday Morning
If your life was a TV show, what would it be called:
Supersonic
What is life to you:
Acquiesce
Your relationship:
It's Gettin' Better
Your fear:
Gas Panic!
What is the best advice you have to give:
Stop Crying Your Heart Out
Thought for the Day:
Live Forever
How you would like to die?
Underneath The Sky
Your soul's present condition:
To Be Free
Your Motto:
Keep The Dream Alive!

Tuesday, January 31, 2012

[CelebriTues] Reda Gaudiamo: Madame Tigresse


Disclaimer: Tulisan ini opini subjektif saya pribadi, selama berteman dengan Mbak Reda :) Ini juga bukan tulisan berbayar :p 


"Pada CelebriTues edisi ini, saya mau bercerita tentang teman kuliah yang sekaligus pernah jadi bos saya."


Pada tulisan dan suaranya,
saya jatuh hati.
(Foto: Sendie Nurseptara S.)
Di kelas, saya paling suka duduk di depan. Namun, malam itu saya harus duduk di barisan kedua karena terlambat datang. Kuliah sudah dimulai dan agak membosankan. Pandangan saya tertuju pada perempuan berambut pendek di sebelah. Bersama sebuah pulpen, jarinya menari di atas kertas. Tak jelas menggambar apa, sepertinya sih bagus.

Namanya Reda Gaudiamo. Saya sempat bingung melafalkan namanya, "Reda" seperti pada kalimat "Hujan sudah reda." atau seperti pada kata "etalase"? Ternyata yang kedua. Reda, nama yang unik.

Gayanya sangat santai ke kampus, pakai jeans dan kemeja. Seingat saya, baru sekali melihatnya sedikit "resmi", yaitu di semester akhir. Malam itu dia memakai blouse dengan bawahan kain tradisional. Saya sempat memotretnya, tapi entah kemana foto itu.

Saya tidak tahu profesi Mbak Reda, sampai suatu hari seorang teman bilang Mbak Reda seorang praktisi media. "The Devil Wears Batik," begitu julukan yang terinspirasi dari film The Devil Wears Prada. "Kata temen gue, di kantor dia itu seperti singa. Seram," bisik teman saya lagi. Oh ya? Saya tak terlalu peduli, toh dia bukan bos saya. Hanya teman sekelas. Lagipula sebagai teman, dia orang yang sopan dan menyenangkan. Pernah sekali, dia berhalangan hadir dan ingin menitipkan tugas. Tak tanggung, dia mengirim supirnya untuk mengantarkan tugasnya itu ke rumah saya di ujung dunia (baca: Bekasi). Sementara, orang lain sering seenaknya kalau meminta tolong.

Layaknya teman sekelas, kami beberapa kali belajar bersama. Kebetulan, saya sedikit mengerti Statistik. Bersama teman yang lain, kami membuat kelompok belajar. Dan hasilnya memuaskan. Kami dapat nilai A, termasuk Mbak Reda. Sebenarnya, Mbak Reda orang yang cepat tangkap bila diajarkan sekali saja, tapi ia tak sabar ingin segera ke tingkat berikutnya. Sehingga, suka lupa materi sebelumnya. Ahahahaha.

Permen dari Mbak Reda.
Dia pernah menghadiahi saya sekotak permen dan CD. Permen yang hingga kini saya suka dan tak tahu belinya di mana. Sedangkan, di dalam CD terdengar suara merdu seorang perempuan menyanyikan syair-syair indah. Setelah membuka cover CD, saya baru tahu itu suara Mbak Reda! Tak sangka ia punya suara merdu begitu, padahal saat bicara suaranya relatif berat. "Mbak, itu beneran suara lo?" tanya saya tak percaya. Dia cuma tersenyum. Keraguan saya hilang saat kami sekelas karaoke bersama.

Saya juga baru tahu dia punya pasangan duet, Ari Malibu, yang sering menyanyikan musikalisasi puisi. Beberapa kali saya menonton pertunjukan mereka. Keren! (Baca kisah lengkap mereka di Dunia Ari Reda).

Dari Teman Jadi Bos
Singkat cerita, saya menjadi anak buahnya di Majalah Sekar. "Tapi lo jangan kaget yah lihat gue di kantor," begitu  pesan Lulusan Sastra Prancis Universitas Indonesia ini. Memangnya kenapa? Sejak hari pertama masuk hingga resign, saya akhirnya mengerti apa yang Mbak Reda maksud. Di situ saya mengenal sisi lain seorang Reda Gaudiamo.

Perempuan kelahiran 1 Agustus ini seperti lambang zodiaknya jika sedang bekerja. Ya, seperti Singa atau Harimau betina. Galak? Iya, tapi demi kebaikan bawahannya. Lebih tepatnya lagi, demi kebaikan majalah kami. Dia tak pernah setengah-setengah atau main-main kalau soal pekerjaan. Untuk itu, dia datang lebih pagi dari kami dan (sering) pulang lebih akhir dari kami.

Kadang omelan atau bentakan menjadi pilihan terakhir agar kami bisa mengerti kesalahan kami. Walaupun secara langsung saya belum pernah "disemprot" Mbak Reda, tapi tim saya cukup sering jadi sasaran. Artinya, teguran itu juga buat saya dong. Mungkin karena sudah mengenal dia sebelumnya, saya tahu sebenarnya dia bermaksud baik. Dia ingin kami mengenal dengan detail majalah apa yang sedang kami garap. Tapi memang, tidak semua orang bisa memahami caranya. Ada beberapa orang yang justru tidak bisa dengan cara begitu. Wajar saja.

Ternyata kami ga pernah foto berdua.
Kapan-kapan ya Mbakkkk :)
Kalau kamu paham, omelannya bukan sekadar luapan emosi. Di situ, dia memberikan banyak pelajaran. Saya sering ikut mendengarkan "tutorial" dia saat mengomentari Tim Fashion dan Tim Layout. Dari situ saya belajar pengetahuan baru seperti komposisi layout, pilihan baju atau model yang harus sesuai dengan sasaran pembaca majalah kami. Dan masih banyak ilmu lainnya.

Yang saya suka dari Mbak Reda adalah, dia profesional. Dia hanya "murka" untuk urusan kantor. Tidak merembet ke urusan personal. Di luar kantor, dia bisa saja tiba-tiba mentraktir anak buahnya yang baru "disentil" tadi pagi. Kalau sudah begitu, si Anak Buah hanya bisa melongo melihat bosnya yang "agak aneh" itu. Ahahahaha.

Saya ingat betul kalau sedang deadline dan Mbak Reda ada di ruangannya, kami semua jadi tegang. Karena sedikit saja kami agak berisik, auman Mbak Reda segera membahana. Ahahahaha. Memang sih, kami yang keterlaluan. Ahhh, kangen suasana Imam Bonjol 61!

Oiya, selain suaranya, saya juga ngefans sama tulisan Mbak Reda. Ya temanya, ya gayanya. Tema tulisan opini Mba Reda adalah masalah sosial sehari-hari di sekitar kita dan biasanya *jleb* atau menyentil. Sedangkan gaya tulisannya, sederhana. Dia jarang memakai kalimat panjang. Saya suka! Silakan baca tulisan Mbak Reda di Rumah Reda atau Reda Writes.

Mau kenalan dengan Mbak Reda? Silakan follow akun Twitternya: @RedaGaudiamo. Dia sering share tips menulis #YouWrite atau tips yang lainnya lho... Atau mau dengar her angel voice? Silakan pesan CD musikalisasi puisi Becoming Dew dan Nyanyian Laut di @RedaGaudiamo.

Selamat berkenalan dengan Madame Tigresse! :)


Di hari Selasa nan sentosa ini, saya punya 3 set CD Mbak Reda yang akan saya bagikan gratis untuk teman-teman yang suka musikalisasi puisi. Caranya? Tulis puisi karyamu, lalu posting di blogmu. Puisi bebas, yang penting baru dan belum pernah muncul di manapun. Tiga orang yang beruntung akan menerima 1 set CD Mbak Reda (Becoming Dew dan Nyanyian Laut). Jangan lupa, kasih tau yaa kalau sudah posting puisi. Saya tunggu sampai akhir pekan (Minggu, 5 Februari 2012). 
Note: CD hanya untuk dinikmati sendiri, dilarang keras mengunggah atau memperbanyak.






Monday, January 30, 2012

Is Love Ready For Me?


"A man who loves music. A man who loves art. Respects the spirit world. And thinks with his heart -- Where are you? Yes, i am ready for you. #angan2tukangcendol."


I AM READY FOR LOVE - INDIA ARIE
(taken from here)


I am ready for love
Why are you hiding from me
I'd quickly give my freedom
To be held in your captivity

I am ready for love
All of the joy and the pain
And all the time that it takes
Just to stay in your good grace
Lately I've been thinking
Maybe you're not ready for me
Maybe you think I need to learn maturity
They say watch what you ask for
Cause you might receive
But if you ask me tomorrow
I'll say the same thing

I am ready for love
Would you please lend me your ear?
I promise I won't complain
I just need you to acknowledge I am here

If you give me half a chance
I'll prove this to you
I will be patient, kind, faithful and true
To a man who loves music
A man who loves art
Respects the spirit world
And thinks with his heart

I am ready for love
If you'll take me in your hands
I will learn what you teach
And do the best that I can

I am ready for love
Here with an offering of
My voice
My Eyes
My soul
My mind

Tell me what is enough
To prove I am ready for love

I am ready


Saturday, January 21, 2012

Reciprocal Feeling





Saya yakin kangen itu perasaan timbal balik.
Kalau saya lagi kangen orang, 
dia pasti merasa hal yang sama.
Saya nggak tahu ini teorinya siapa. 
Saya juga nggak pernah research soal ini.
Saya hanya membuktikannya berkali-kali.

Pengalaman kamu gimana?

Thursday, January 19, 2012

Everything is about timing. Timing is Everything.



"Bengong, malam-malam dengar lagu ini. Eh iya, Fadli janji bakal nyanyiin lagu ini di my future wedding party. Cihuyyyy."

Marry Me - Train
(www.azlyrics.com)


Forever can never be long enough for me
To feel like I've had long enough with you
Forget the world now we won't let them see
But there's one thing left to do

Now that the weight has lifted
Love has surely shifted my way
Marry Me
Today and every day
Marry Me
If I ever get the nerve to say "Hello" in this cafe
Say you will
Mm-hmm
Say you will
Mm-hmm

Together can never be close enough for me
Feel like I am close enough to you
You wear white and I'll wear out the words I love you
And you're beautiful
Now that the wait is over
And love and has finally shown her my way
Marry me
Today and every day
Marry me
If I ever get the nerve to say "Hello" in this cafe
Say you will
Mm-hmm
Say you will
Mm-hmm

Promise me
You'll always be
Happy by my side
I promise to
Sing to you
When all the music dies

And marry me
Today and everyday
Marry me
If I ever get the nerve to say "Hello" in this cafe
Say you will
Mm-hmm
Say you will
Marry me
Mm-hmm

Tuesday, January 17, 2012

"I'm the hero of the story, don't need to be saved"

"I heart this song so much and the movie <3"


Hero – Regina Spektor
(Ost. (500) Days of Summer)

He never ever saw it coming at all
He never ever saw it coming at all
He never ever saw it coming at all

It’s alright, it’s alright, it’s alright,
it’s alrightIt’s alright, it’s alright, it’s alright

Hey, open wide, here comes original sin
Hey, open wide, here comes original sin
Hey, open wide, here comes original sin

It’s alright, it’s alright, it’s alright,
it’s alrightIt’s alright, it’s alright,
it’s alrightIt’s alright, it’s alright, it’s alright

No one’s got it all
No one’s got it all
No one’s got it all

Power to the people, we don’t want it, we want pleasure
And the TV’s try to rape us and I guess that they’re succeeding
And we’re going to these meetings but we’re not doing any meeting
And we’re trying to be faithful but we’re cheating, cheating, cheating

Reff:
I’m the hero of the story, don’t need to be saved
I’m the hero of the story, don’t need to be saved
I’m the hero of the story, don’t need to be saved
I’m the hero of the story, don’t need to be saved

It’s alright, it’s alright, it’s alright, it’s alright
It’s alright, it’s alright, it’s alright
It’s alright, it’s alright, it’s alright
It’s alright, it’s alright, it’s alright

No one’s got it all
No one’s got it all
No one’s got it all